Senin, November 17, 2008

Budidaya Jarak Pagar

PRASYARAT TUMBUH TANAMAN JARAK PAGAR

Daerah Penyebaran
Tanaman Jarak Pagar penyebabarannya terletak antara 30º LS sampai 52º LU. Tinggi tempat yang optimal adalah 300 – 800 meter dari permukaan laut
Suhu
Untuk menghasilkan buah yang baik diperlukan iklim yang kering dan panas, terutama pada saat berbunga dan berbuah. Suhu optimal adalah berkisar 20º C sampai dengan 26º C
Kelembaban
Kelembaban yang yang terlalu tinggi akan mendorong berkembangnya penyakit (Bakteri) dan tumbuhnya jamur serta cendawan.
Penyinaran
Tanaman Jarak Pagar tergolong tanaman hari panjang yaitu memerlukan sinar matahari yang langsung dan terus menerus sepanjang hari. Sehingga tanaman Jarak Pagar tidak boleh terlindung tanaman lainnya.
Curah Hujan
Curah hujan yang optimal 700 – 1200 mm per tahun yang tersebar
selama 4 – 6 bulan yaitu pada saat tanam. Pada saat berbunga dan berbuah membutuhkan bulan kering minimal 3 bulan.
Tanah
Tanaman Jarak Pagar akan tumbuh baik di tanah lempung berpasir dan mempunyai pH 5 – 6,5. Tanaman Jarak Pagar sangat peka terhadap genangan air oleh karena itu Drainase harus diperhatikan dengan baik.


TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN JARAK PAGAR

1. PERSIAPAN LAHAN DAN PENANAMAN
Pengolahan Tanah
Karena sistem perakarannya banyak, diperlukan pengolahan tanah yang dalam supaya perakaran dapat mencapai persediaan air di dalam tanah pada waktu muslin kering. Dilakukan pembajakan guna memutuskan akar-akar gulma dan memecah bongkahan-bongkahan tanah serta meratakannya.
Saluran Drainase
Untuk menghindari genangan air yang dapai mengganggu perakaran sangat perlu dibuatkan drainase atau saluran air.
Jarak tanam
Jarak tanam yang baik dan optimal adalah 2 meter x 2 meter sehingga didapat popolasi per herktar lebih kurang 2500 tanaman.
Penanaman
Benih sebelum ditanam dicelupkan pada insektisida guna menghindari serangan hama pada awal pertumbuhan. Selanjutnya tanah dilubang sedalam ±3 cm, setiap lubang ditanam 2 butir benih lalu ditutup tanah kembali.
Penyulaman
Dilakukan setelah umur ±1 minggu agar pertumbuhan dapat seragam
Penjarangan
Dilakukan pada umur 2 minggu dengan meninggalkan 1 pohon yang paling baik pertumbuhannya.
Kebutuhan Benih
Untuk satu hektar diperlukan benih ±2kg dengan asumsi berat 100 biji jarak 78gram.

2. PEMELIHARAAN
Penyiangan
Dilakukan pada umur 1 bulan dan di ulang menurut keadaan
Pembubunan
Dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pengairan (bila perlu) serta pembuatan drainase.
Pemupukan
Pemupukan dapat diberikan dua kali yaitu pada saat tanam dan setelah tanaman berumur 3 – 4 minggu. Dipakai sistim Hara berimbang (NPK) dosis pemakaian per Ha 200 kg Urea, 100 kg TSP, 50 kg KCL
Pemangkasan
Bertujuan untuk memperoleh cabang banyak sehingga produksi bertambah, dilakukan saat ketinggian 30 cm atau 1 bulan sesudah tanam, sebelum pemupukan kedua dilakukan, dipangkas pucuknya dengan 2 daun dibawahnya.
Pengamatan dan Penanggulangan Hama
Perlu dilakukan sedini mungkin lebih kurang umur 20 hari secara berkala terhadap hama Prodenta SP, Achea SP, Heliothis SP, Helopelthis SP.
Untuk penanggulangannya dapat dilakukan dengan cara preventif yaitu dengan mencelupkan benih kedalam larutan insektisida dan fungisida.

3. PANEN
Setiap tandan buah masaknya tidak serentak, buah biasa dipanen apabila sudah kering 60 – 70% atau buah kering lebih banyak dari buah hijau.
Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tandan dengan pisau atau gunting yang tajam supaya tidak merusak pohon / cabang lainnya. Tandan-tandan tersebut lalu dijemur dengan sering di bolak balik dan buah akan pecah, biji terlepas sendiri setelah 2 – 3 hari. Biji dan buah dipisahkan dengan cara ditampi kemudian biji dijemur lagi hingga kering.

4. STANDAR MUTU
Standar Mutu yang baik dari biji Jarak Pagar adalah : Kadar minyak minimum 45%, kadar air maksimum 6%, kadar kotoran maksimum 2%, biji rusak maksimum 3% dan dikemas dalam karung goni tertutup rapat.

Tidak ada komentar: