Rabu, Juni 02, 2010
BUDIDAYA TANAMAN TEBU
PENDAHULUAN
Saat ini pemerintah sedang menggalakkan penanaman tebu untuk mengatasi rendahnya produksi gula di Indonesia. Usaha pemerintah sangatlah wajar dan tidak berlebihan mengingat dulu Indonesia pernah mengalami masa kejayaan sebagai pengekspor gula sebelum perang. Bisakah masa keemasan ini terulang kembali?
Untuk itu kami berusaha ikut serta mengembalikan masa kejayaan melalui peningkatan produksi tebu baik secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (aspek K-3).
SYARAT TUMBUH
Tanah yang cocok adalah bersifat kering-kering basah, yaitu curah hujan kurang dari 2000 mm per tahun. Tanah tidak terlalu masam, pH diatas 6,4. Ketinggian kurang dari 500 m dpl.
JENIS – JENIS TEBU
Jenis tebu yang sering ditanam POY 3016, P.S. 30, P.S. 41, P.S. 38, P.S. 36, P.S. 8, B.Z. 132, B.Z. 62, dll.
PEMBUKAAN KEBUN
Sebaiknya pembukaan dan penanaman dimulai dari petak yang paling jauh dari jalan utama atau lori pabrik
Ukuran got standar ; Got keliling/mujur lebar 60 cm; dalam 70 cm, Got malang/palang lebar 50 cm; dalam 60 cm. Buangan tanah got diletakkan di sebelah kiri got. Apabila got diperdalam lagi setelah tanam, maka tanah buangannya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman.
Juringan/cemplongan (lubang tanam) baru dapat dibuat setelah got – got malang mencapai kedalaman 60 cm dan tanah galian got sudah diratakan. Ukuran standar juringan adalah lebar 50 cm dan dalam 30 cm untuk tanah basah, 25 cm untuk tanah kering. Pembuatan juringan harus dilakukan dua kali, yaitu stek pertama dan stek kedua serta rapi.
Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar + 1 m. Setiap 5 bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar + 80 cm. Pada juring nomor 28, guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus)
TURUN TANAH/KEBRUK
Yaitu mengembalikan tanah stek kedua ke dalam juringan untuk membuat kasuran/ bantalan/ dasar tanah. Tebalnya tergantung keadaan, bila tanahnya masih basah + 10 cm. di musim kemarau terik tebal + 15 – 20 cm.
PERSIAPAN TANAM
• Lakukan seleksi bibit di luar kebun
• Bibit stek harus ditanam berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin.
• Bibit stek + 70.000 per ha.
• Sebelum tanam, juringan harus diari untuk membasahi kasuran, sehingga kasuran hancur dan halus.
CARA TANAM
1. Bibit Bagal/debbeltop/generasi, Tanah kasuran harus diratakan dahulu, kemudian tanah digaris dengan alat yang runcing dengan kedalaman + 5-10 cm. Bibit dimasukkan ke dalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke samping. Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah.
2. Bibit Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit), jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya menghadap ke samping dan sedikit miring, + 45 derajat. Jika bibit rayungan bermata dua; batang bibit terpendam dan tunas menghadap ke samping dengan kedalaman + 1 cm.
3. Sebaiknya, bibit bagal (stek) dan rayungan, ditanam secara terpisah di dalam petak-petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata.
WAKTU TANAM
Berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling di pabrik gula. Waktu yang tepat pada bulan Mei, Juni dan Juli.
PENYIRAMAN
Penyiraman tidak boleh berlebihan supaya tidak merusak struktur tanah. Setelah satu hari tidak ada hujan, harus segera dilakukan penyiraman.
PENYULAMAN
1. Sulam sisipan, dikerjakan 5 – 7 hari setelah tanam, yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu.
2. Sulaman ke – 1, dikerjakan pada umur 3 minggu dan berdaun 3 – 4 helai. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan.
3. Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur + 1 bulan
4. Penyulaman ke-2 harus selesai sebelum pembubunan, bersama sama dengan pemberian air ke – 2 atau rabuk ke-2 yaitu umur 1,5 bulan
5. Penyulaman ekstra bila perlu, yaitu sebelum bumbun ke -2
PEMBUMBUNAN TANAH
Pembumbunan ke-1 dilakukan pada umur 3-4 minggu, yaitu berdaun 3 – 4 helai. Pembumbunan dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumputan, membalik guludan dan menghancurkan tanah (jugar) lalu tambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah.
Pembumbunan ke – 2 dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar + 20 cm, sehingga tidak dikuatirkan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau + 2 bulan.
Pembumbunan ke-3 atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan, semua got harus diperdalam ; got mujur sedalam 70 cm dan got malang 60 cm.
GARPU MUKA GULUD
Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got, sehingga air dapat mengalir. Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan.
KLENTEK
Yaitu melepaskan daun kering, harus dilakukan 3 kali, yaitu sebelum gulud akhir, umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang.
TEBU ROBOH
Batang tebu yang roboh atau miring perlu diikat, baik silang dua maupun silang empat. Ros – ros tebu, yang terdiri dari satu deretan tanaman, disatukan dengan rumpun – rumpun dari deretan tanaman di sisinya, sehingga berbentuk menyilang.
PEMUPUKAN
1. Sebelum tanam diberi TSP 200 Kg/Ha
2. Sebaiknya diberikan pula pupuk organik (Contohnya ; RABOK 200 Kg/Ha)
3. Saat umur 1 bulan setelah tanam berikan pupuk Urea sebanyak 200 Kg/Ha. Pemupukan ditaburkan di samping kanan rumpun tebu
4. Umur 2 – 3 bulan setelah tanam berikan pupuk Urea sebanyak 200 Kg/Ha dan KCl sebanyak 200 Kg/Ha. Pemupukan ditaburkan di sebelah kiri rumpun tebu.
HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama Penggerek Pucuk dan batang, Biasanya menyerang mulai umur 3 – 5 bulan. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto.
2. Hama Tikus ,Kendalikan dengan gropyokan, musuh alami yaitu : ular, anjing atau burung hantu
3. Penyakit Fusarium Pokkahbung, Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Tandanya daun klorosis, pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat, ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang.
4. Penyakit Dongkelan, Penyebab jamur Marasnius sacchari, yang bias mempengaruhi berat dan rendemen tebu. Gejala, tanaman tua sakit tiba-tiba, daun mengering dari luar ke dalam. Pengendalian dengan cara penjemuran dan pengeringan tanah, harus dijaga.
5. Penyakit Nanas, Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. Menyerang bibit yang telah dipotong. Pada tapak (potongan) pangkas, terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas.
6. Penyakit Blendok, Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans Mula-mula muncul pada umur 1,5 – 2 bulan setelah tanam. Daun-daun klorotis akan mengering, biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. Jika daun terserang hebat, seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih.
RENDEMEN TEBU
Proses kemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas yang tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang yang bersangkutan. Tebu yang sudah mencapai umur masak, keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam, kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang.
Usahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu sekitar bulan Agustus atau tergantung jenis tebu. Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %, sedang yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 %.
TEBU KEPRASAN
Yaitu menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang, baik bekas tebu giling atau tebu bibitan (KBD).
Kebun yang akan dikepras harus dibersihkan dari kotoran bekas tebangan yang lalu. Sebelum mengepras , sebaiknya tanah yang terlalu kering di airi dulu. Kepras petak – petak tebu secara berurutan.
Setelah dikepras berikan kembali Pupuk Organik (dosis sama seperti di atas). Lima hari atau seminggu setelah dikepras, tanaman diairi dan dilakukan penggarapan (jugaran) sebagai bumbun ke-1 dan pembersihan rumput – rumput.
Pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanam tebu pertama.
Saat ini pemerintah sedang menggalakkan penanaman tebu untuk mengatasi rendahnya produksi gula di Indonesia. Usaha pemerintah sangatlah wajar dan tidak berlebihan mengingat dulu Indonesia pernah mengalami masa kejayaan sebagai pengekspor gula sebelum perang. Bisakah masa keemasan ini terulang kembali?
Untuk itu kami berusaha ikut serta mengembalikan masa kejayaan melalui peningkatan produksi tebu baik secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (aspek K-3).
SYARAT TUMBUH
Tanah yang cocok adalah bersifat kering-kering basah, yaitu curah hujan kurang dari 2000 mm per tahun. Tanah tidak terlalu masam, pH diatas 6,4. Ketinggian kurang dari 500 m dpl.
JENIS – JENIS TEBU
Jenis tebu yang sering ditanam POY 3016, P.S. 30, P.S. 41, P.S. 38, P.S. 36, P.S. 8, B.Z. 132, B.Z. 62, dll.
PEMBUKAAN KEBUN
Sebaiknya pembukaan dan penanaman dimulai dari petak yang paling jauh dari jalan utama atau lori pabrik
Ukuran got standar ; Got keliling/mujur lebar 60 cm; dalam 70 cm, Got malang/palang lebar 50 cm; dalam 60 cm. Buangan tanah got diletakkan di sebelah kiri got. Apabila got diperdalam lagi setelah tanam, maka tanah buangannya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman.
Juringan/cemplongan (lubang tanam) baru dapat dibuat setelah got – got malang mencapai kedalaman 60 cm dan tanah galian got sudah diratakan. Ukuran standar juringan adalah lebar 50 cm dan dalam 30 cm untuk tanah basah, 25 cm untuk tanah kering. Pembuatan juringan harus dilakukan dua kali, yaitu stek pertama dan stek kedua serta rapi.
Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar + 1 m. Setiap 5 bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar + 80 cm. Pada juring nomor 28, guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus)
TURUN TANAH/KEBRUK
Yaitu mengembalikan tanah stek kedua ke dalam juringan untuk membuat kasuran/ bantalan/ dasar tanah. Tebalnya tergantung keadaan, bila tanahnya masih basah + 10 cm. di musim kemarau terik tebal + 15 – 20 cm.
PERSIAPAN TANAM
• Lakukan seleksi bibit di luar kebun
• Bibit stek harus ditanam berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin.
• Bibit stek + 70.000 per ha.
• Sebelum tanam, juringan harus diari untuk membasahi kasuran, sehingga kasuran hancur dan halus.
CARA TANAM
1. Bibit Bagal/debbeltop/generasi, Tanah kasuran harus diratakan dahulu, kemudian tanah digaris dengan alat yang runcing dengan kedalaman + 5-10 cm. Bibit dimasukkan ke dalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke samping. Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah.
2. Bibit Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit), jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya menghadap ke samping dan sedikit miring, + 45 derajat. Jika bibit rayungan bermata dua; batang bibit terpendam dan tunas menghadap ke samping dengan kedalaman + 1 cm.
3. Sebaiknya, bibit bagal (stek) dan rayungan, ditanam secara terpisah di dalam petak-petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata.
WAKTU TANAM
Berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling di pabrik gula. Waktu yang tepat pada bulan Mei, Juni dan Juli.
PENYIRAMAN
Penyiraman tidak boleh berlebihan supaya tidak merusak struktur tanah. Setelah satu hari tidak ada hujan, harus segera dilakukan penyiraman.
PENYULAMAN
1. Sulam sisipan, dikerjakan 5 – 7 hari setelah tanam, yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu.
2. Sulaman ke – 1, dikerjakan pada umur 3 minggu dan berdaun 3 – 4 helai. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan.
3. Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur + 1 bulan
4. Penyulaman ke-2 harus selesai sebelum pembubunan, bersama sama dengan pemberian air ke – 2 atau rabuk ke-2 yaitu umur 1,5 bulan
5. Penyulaman ekstra bila perlu, yaitu sebelum bumbun ke -2
PEMBUMBUNAN TANAH
Pembumbunan ke-1 dilakukan pada umur 3-4 minggu, yaitu berdaun 3 – 4 helai. Pembumbunan dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumputan, membalik guludan dan menghancurkan tanah (jugar) lalu tambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah.
Pembumbunan ke – 2 dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar + 20 cm, sehingga tidak dikuatirkan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau + 2 bulan.
Pembumbunan ke-3 atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan, semua got harus diperdalam ; got mujur sedalam 70 cm dan got malang 60 cm.
GARPU MUKA GULUD
Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got, sehingga air dapat mengalir. Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan.
KLENTEK
Yaitu melepaskan daun kering, harus dilakukan 3 kali, yaitu sebelum gulud akhir, umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang.
TEBU ROBOH
Batang tebu yang roboh atau miring perlu diikat, baik silang dua maupun silang empat. Ros – ros tebu, yang terdiri dari satu deretan tanaman, disatukan dengan rumpun – rumpun dari deretan tanaman di sisinya, sehingga berbentuk menyilang.
PEMUPUKAN
1. Sebelum tanam diberi TSP 200 Kg/Ha
2. Sebaiknya diberikan pula pupuk organik (Contohnya ; RABOK 200 Kg/Ha)
3. Saat umur 1 bulan setelah tanam berikan pupuk Urea sebanyak 200 Kg/Ha. Pemupukan ditaburkan di samping kanan rumpun tebu
4. Umur 2 – 3 bulan setelah tanam berikan pupuk Urea sebanyak 200 Kg/Ha dan KCl sebanyak 200 Kg/Ha. Pemupukan ditaburkan di sebelah kiri rumpun tebu.
HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama Penggerek Pucuk dan batang, Biasanya menyerang mulai umur 3 – 5 bulan. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto.
2. Hama Tikus ,Kendalikan dengan gropyokan, musuh alami yaitu : ular, anjing atau burung hantu
3. Penyakit Fusarium Pokkahbung, Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Tandanya daun klorosis, pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat, ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang.
4. Penyakit Dongkelan, Penyebab jamur Marasnius sacchari, yang bias mempengaruhi berat dan rendemen tebu. Gejala, tanaman tua sakit tiba-tiba, daun mengering dari luar ke dalam. Pengendalian dengan cara penjemuran dan pengeringan tanah, harus dijaga.
5. Penyakit Nanas, Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. Menyerang bibit yang telah dipotong. Pada tapak (potongan) pangkas, terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas.
6. Penyakit Blendok, Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans Mula-mula muncul pada umur 1,5 – 2 bulan setelah tanam. Daun-daun klorotis akan mengering, biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. Jika daun terserang hebat, seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih.
RENDEMEN TEBU
Proses kemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas yang tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang yang bersangkutan. Tebu yang sudah mencapai umur masak, keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam, kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang.
Usahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu sekitar bulan Agustus atau tergantung jenis tebu. Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %, sedang yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 %.
TEBU KEPRASAN
Yaitu menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang, baik bekas tebu giling atau tebu bibitan (KBD).
Kebun yang akan dikepras harus dibersihkan dari kotoran bekas tebangan yang lalu. Sebelum mengepras , sebaiknya tanah yang terlalu kering di airi dulu. Kepras petak – petak tebu secara berurutan.
Setelah dikepras berikan kembali Pupuk Organik (dosis sama seperti di atas). Lima hari atau seminggu setelah dikepras, tanaman diairi dan dilakukan penggarapan (jugaran) sebagai bumbun ke-1 dan pembersihan rumput – rumput.
Pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanam tebu pertama.
Senin, Desember 01, 2008
Krisis Global
Krisis global dunia tentunya sangat berpengaruh pada sektor pertanian khususnya karet dan kelapa sawit.
Harga yang di tingkat petani terasa sangat mencekik. Diharapkan pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah secepatnya guna membantu para petani kita. Sudah banyak petani kita khususnya di Lampung yang stress dengan harga karet dan kelapa sawit sekarang ini.
Harga yang di tingkat petani terasa sangat mencekik. Diharapkan pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah secepatnya guna membantu para petani kita. Sudah banyak petani kita khususnya di Lampung yang stress dengan harga karet dan kelapa sawit sekarang ini.
Kamis, November 20, 2008
Pusat Penelitian Kelapa Sawit
PPKS menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga di dalam dan di luar negeri, seperti universitas, PTP Nusantara, dan PT Perkebunan Swasta, BIOTROP, lembaga penelitian lain di bawah LRPI atau Badan Litbang Pertanian, PT. Indofood, ISOPB (International Society of Oil Palm Breeders), ISOPA (International Society of Oil Palm Agronomist), CIRAD (Perancis), Unilever (Inggris), Universitas Gottingen (Jerman) dan Australia untuk penelitian gulma. PPKS membuka diri untuk bekerjasama dengan semua pihak demi kemajuan industri kelapa sawit Indonesia.
Senin, November 17, 2008
Budidaya Jarak Pagar
PRASYARAT TUMBUH TANAMAN JARAK PAGAR
Daerah Penyebaran
Tanaman Jarak Pagar penyebabarannya terletak antara 30º LS sampai 52º LU. Tinggi tempat yang optimal adalah 300 – 800 meter dari permukaan laut
Suhu
Untuk menghasilkan buah yang baik diperlukan iklim yang kering dan panas, terutama pada saat berbunga dan berbuah. Suhu optimal adalah berkisar 20º C sampai dengan 26º C
Kelembaban
Kelembaban yang yang terlalu tinggi akan mendorong berkembangnya penyakit (Bakteri) dan tumbuhnya jamur serta cendawan.
Penyinaran
Tanaman Jarak Pagar tergolong tanaman hari panjang yaitu memerlukan sinar matahari yang langsung dan terus menerus sepanjang hari. Sehingga tanaman Jarak Pagar tidak boleh terlindung tanaman lainnya.
Curah Hujan
Curah hujan yang optimal 700 – 1200 mm per tahun yang tersebar
selama 4 – 6 bulan yaitu pada saat tanam. Pada saat berbunga dan berbuah membutuhkan bulan kering minimal 3 bulan.
Tanah
Tanaman Jarak Pagar akan tumbuh baik di tanah lempung berpasir dan mempunyai pH 5 – 6,5. Tanaman Jarak Pagar sangat peka terhadap genangan air oleh karena itu Drainase harus diperhatikan dengan baik.
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN JARAK PAGAR
1. PERSIAPAN LAHAN DAN PENANAMAN
Pengolahan Tanah
Karena sistem perakarannya banyak, diperlukan pengolahan tanah yang dalam supaya perakaran dapat mencapai persediaan air di dalam tanah pada waktu muslin kering. Dilakukan pembajakan guna memutuskan akar-akar gulma dan memecah bongkahan-bongkahan tanah serta meratakannya.
Saluran Drainase
Untuk menghindari genangan air yang dapai mengganggu perakaran sangat perlu dibuatkan drainase atau saluran air.
Jarak tanam
Jarak tanam yang baik dan optimal adalah 2 meter x 2 meter sehingga didapat popolasi per herktar lebih kurang 2500 tanaman.
Penanaman
Benih sebelum ditanam dicelupkan pada insektisida guna menghindari serangan hama pada awal pertumbuhan. Selanjutnya tanah dilubang sedalam ±3 cm, setiap lubang ditanam 2 butir benih lalu ditutup tanah kembali.
Penyulaman
Dilakukan setelah umur ±1 minggu agar pertumbuhan dapat seragam
Penjarangan
Dilakukan pada umur 2 minggu dengan meninggalkan 1 pohon yang paling baik pertumbuhannya.
Kebutuhan Benih
Untuk satu hektar diperlukan benih ±2kg dengan asumsi berat 100 biji jarak 78gram.
2. PEMELIHARAAN
Penyiangan
Dilakukan pada umur 1 bulan dan di ulang menurut keadaan
Pembubunan
Dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pengairan (bila perlu) serta pembuatan drainase.
Pemupukan
Pemupukan dapat diberikan dua kali yaitu pada saat tanam dan setelah tanaman berumur 3 – 4 minggu. Dipakai sistim Hara berimbang (NPK) dosis pemakaian per Ha 200 kg Urea, 100 kg TSP, 50 kg KCL
Pemangkasan
Bertujuan untuk memperoleh cabang banyak sehingga produksi bertambah, dilakukan saat ketinggian 30 cm atau 1 bulan sesudah tanam, sebelum pemupukan kedua dilakukan, dipangkas pucuknya dengan 2 daun dibawahnya.
Pengamatan dan Penanggulangan Hama
Perlu dilakukan sedini mungkin lebih kurang umur 20 hari secara berkala terhadap hama Prodenta SP, Achea SP, Heliothis SP, Helopelthis SP.
Untuk penanggulangannya dapat dilakukan dengan cara preventif yaitu dengan mencelupkan benih kedalam larutan insektisida dan fungisida.
3. PANEN
Setiap tandan buah masaknya tidak serentak, buah biasa dipanen apabila sudah kering 60 – 70% atau buah kering lebih banyak dari buah hijau.
Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tandan dengan pisau atau gunting yang tajam supaya tidak merusak pohon / cabang lainnya. Tandan-tandan tersebut lalu dijemur dengan sering di bolak balik dan buah akan pecah, biji terlepas sendiri setelah 2 – 3 hari. Biji dan buah dipisahkan dengan cara ditampi kemudian biji dijemur lagi hingga kering.
4. STANDAR MUTU
Standar Mutu yang baik dari biji Jarak Pagar adalah : Kadar minyak minimum 45%, kadar air maksimum 6%, kadar kotoran maksimum 2%, biji rusak maksimum 3% dan dikemas dalam karung goni tertutup rapat.
Daerah Penyebaran
Tanaman Jarak Pagar penyebabarannya terletak antara 30º LS sampai 52º LU. Tinggi tempat yang optimal adalah 300 – 800 meter dari permukaan laut
Suhu
Untuk menghasilkan buah yang baik diperlukan iklim yang kering dan panas, terutama pada saat berbunga dan berbuah. Suhu optimal adalah berkisar 20º C sampai dengan 26º C
Kelembaban
Kelembaban yang yang terlalu tinggi akan mendorong berkembangnya penyakit (Bakteri) dan tumbuhnya jamur serta cendawan.
Penyinaran
Tanaman Jarak Pagar tergolong tanaman hari panjang yaitu memerlukan sinar matahari yang langsung dan terus menerus sepanjang hari. Sehingga tanaman Jarak Pagar tidak boleh terlindung tanaman lainnya.
Curah Hujan
Curah hujan yang optimal 700 – 1200 mm per tahun yang tersebar
selama 4 – 6 bulan yaitu pada saat tanam. Pada saat berbunga dan berbuah membutuhkan bulan kering minimal 3 bulan.
Tanah
Tanaman Jarak Pagar akan tumbuh baik di tanah lempung berpasir dan mempunyai pH 5 – 6,5. Tanaman Jarak Pagar sangat peka terhadap genangan air oleh karena itu Drainase harus diperhatikan dengan baik.
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN JARAK PAGAR
1. PERSIAPAN LAHAN DAN PENANAMAN
Pengolahan Tanah
Karena sistem perakarannya banyak, diperlukan pengolahan tanah yang dalam supaya perakaran dapat mencapai persediaan air di dalam tanah pada waktu muslin kering. Dilakukan pembajakan guna memutuskan akar-akar gulma dan memecah bongkahan-bongkahan tanah serta meratakannya.
Saluran Drainase
Untuk menghindari genangan air yang dapai mengganggu perakaran sangat perlu dibuatkan drainase atau saluran air.
Jarak tanam
Jarak tanam yang baik dan optimal adalah 2 meter x 2 meter sehingga didapat popolasi per herktar lebih kurang 2500 tanaman.
Penanaman
Benih sebelum ditanam dicelupkan pada insektisida guna menghindari serangan hama pada awal pertumbuhan. Selanjutnya tanah dilubang sedalam ±3 cm, setiap lubang ditanam 2 butir benih lalu ditutup tanah kembali.
Penyulaman
Dilakukan setelah umur ±1 minggu agar pertumbuhan dapat seragam
Penjarangan
Dilakukan pada umur 2 minggu dengan meninggalkan 1 pohon yang paling baik pertumbuhannya.
Kebutuhan Benih
Untuk satu hektar diperlukan benih ±2kg dengan asumsi berat 100 biji jarak 78gram.
2. PEMELIHARAAN
Penyiangan
Dilakukan pada umur 1 bulan dan di ulang menurut keadaan
Pembubunan
Dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pengairan (bila perlu) serta pembuatan drainase.
Pemupukan
Pemupukan dapat diberikan dua kali yaitu pada saat tanam dan setelah tanaman berumur 3 – 4 minggu. Dipakai sistim Hara berimbang (NPK) dosis pemakaian per Ha 200 kg Urea, 100 kg TSP, 50 kg KCL
Pemangkasan
Bertujuan untuk memperoleh cabang banyak sehingga produksi bertambah, dilakukan saat ketinggian 30 cm atau 1 bulan sesudah tanam, sebelum pemupukan kedua dilakukan, dipangkas pucuknya dengan 2 daun dibawahnya.
Pengamatan dan Penanggulangan Hama
Perlu dilakukan sedini mungkin lebih kurang umur 20 hari secara berkala terhadap hama Prodenta SP, Achea SP, Heliothis SP, Helopelthis SP.
Untuk penanggulangannya dapat dilakukan dengan cara preventif yaitu dengan mencelupkan benih kedalam larutan insektisida dan fungisida.
3. PANEN
Setiap tandan buah masaknya tidak serentak, buah biasa dipanen apabila sudah kering 60 – 70% atau buah kering lebih banyak dari buah hijau.
Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tandan dengan pisau atau gunting yang tajam supaya tidak merusak pohon / cabang lainnya. Tandan-tandan tersebut lalu dijemur dengan sering di bolak balik dan buah akan pecah, biji terlepas sendiri setelah 2 – 3 hari. Biji dan buah dipisahkan dengan cara ditampi kemudian biji dijemur lagi hingga kering.
4. STANDAR MUTU
Standar Mutu yang baik dari biji Jarak Pagar adalah : Kadar minyak minimum 45%, kadar air maksimum 6%, kadar kotoran maksimum 2%, biji rusak maksimum 3% dan dikemas dalam karung goni tertutup rapat.
Kemitraan
KONSEP DASAR PROGRAM
Pada intinya konsep dasar dari Program Budidaya Tanaman Jarak Pagar ini adalah sebagai berikut :
1. Konsep Pemanfaatan Lahan
Pemanfaatan lahan kosong lahan kosong / tidur yang kurang produktif menjadi lebih produktif, sehingga dapat dimanfaatan oleh masyarakat sekitar dengan cara ditanami tanaman Jarak Pagar dan diharapkan mempunyal nilai ekonomi.
2. Konsep Kemitraan
Terjadinya kerja sama kemitraan antara para pemilik lahan kosong / lahan tidur dengan pihak Perusahaan dalam hal pemanfaatan lahan kosong tersebut untuk budidaya tanaman Jarak Pagar, sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan dan tarap hidup masyarakat sekitar (petani). Adapun konsep kemitraan yang akan diterapkan adalah Konsep Perkebunan Plasma, dimana pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) membentuk pola kerja sama kemitraan dengan para pemiiik lahan tidur / lahan kosong (petani) dalam Wadah Koperasi. Petani semacam ini berperan sebagai Petani Plasma, sedangkan pihak Perusahaan sebagai lnti.
3. Konsep Sosial Kemanusiaan
Menyediakan lapangan pekerjaan baru di sektor pertanian dan sub sektor perkebunan sehingga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran, kemiskinan serta meningkatkan tarap hidup masyarakat sekitarnya, terutama di wilayah pedesaan (masyarakat pedesaan / petani pedesaan).
SISTIM KOORDINASI DAN PEMANTAUAN LAPANGAN
Dengan areal pertanian yang cukup luas dan terpencar di beberapa lokasi, maka diperlukan Sistim Koordinasi dan Pemantauan di lapangan yang tepat dan optimal, sehingga jika ada kendala di lapangan, maka pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) akan dapat segera bertindak, memantau dan membantu mencarikan pemecahannya.
Adapun hal-hal pokok yang berkaitan dengan Sistim Koordinasi dan
Pemantauan antara lain sebagai berikut :
1. Subsidi Perusahaan
Sebagai langkah awal dari proyek ini, pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) akan memberikan Bibit Jarak Pagar, Pupuk dan Biaya Operasional (Pengolahan Lahan dan Pemeliharaan), selama menunggu panen pertama, yaitu sekitar 8 bulan, sampai tanaman Jarak Pagar yang ditanamnya berbuah dan siap panen. Bantuan ini berupa pinjaman lunak yang akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan petani selama menunggu sampai masa panen hal ini dimaksudkan untuk :
• Membantu petani dalam hal biaya hidup sehingga petani mendapatkan hasil kerja di lahannya sendiri.
• Menghindari tingkat kerugian dari petani jika suatu hari terjadi gagal panen maka pihak petani tidak akan menanggung beban apa-apa, kecuali hanya waktu dan tenaga.
• Memberi kepercayaan kepada pihak petani bahwa program ini bukan permainan dan mempunyai maksud lain yang sifatnya akan merugikan masyarakat petani, akan tetapi semata-mata ingin membantu dalam pemanfaat lahan kosong / lahan tidur serta diharapkan kedepannya dapat berdampak pada peningkatan pendapatan para petani.
2. Penampungan Hasil Produksi
Pada proyek ini pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) mencoba mencari dan menyediakan pasar hasil budidaya tanaman Jarak Pagar ini, sebagai langkah kongkrit pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) akan menanpung dan membeli seluruh hasil panen / produksi Jarak Pagar tersebut, hal ini bertujuan untuk :
• Memotivasi para petani yang sudah trauma dengan kejadian-kejadian sebelumnya, bahkan banyak diantaranya yang mengalami gulung tikar, semua ini terjadi karena hasil panen mereka hanya dibeli dengan harga sangat rendah, bahkan ada sebagian petani yang memilih tidak memanen hasil taninya sampai busuk di kebun, karena mereka berpikir biaya / ongkos memanen lebih besar dibandingkan dengan harga jualnya.
• Menghindari dan memerangi tengkulak-tengkulak hasil pertanian yang bertujuan mengeruk keuntungan sendiri tanpa memikirkan nasib petani yang makin terpuruk, padahal dari segi waktu dan tenaga mereka sudah berkorban banyak, tetapi mereka hanya merasakan hasilnya sangat minim dibanding tengkulak yang hanya bermodalkan uang.
Dari kedua hal pokok di atas, pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) merasa perlu untuk menerapkan sistim koordinasi dan pemantauan di lapangan. Untuk menerapkan sistim ini pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) Akan bekerja sama dengan “Koperasi” sebagai wadah petani yang akan membantu dalam hal penyediaan kebutuhan masyarakat petani serta penyaluran bantuan modal dan penampungan hasil.
3. Unit Koperasi
Koperasi dapat di bentuk oleh para petani atau memang Koperasi tersebut sudah berdiri dan aktif. Koperasi tersebut akan sangat membantu dalam setiap kegiatan usaha tani. Petani akan langsung mendapatkan bantuan modal melalui Rekening masing-masing petani yang akan di atur penyalurannya oleh Koperasi. Disamping itu Koperasi juga akan menyediakan kebutuhan para petani baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan usaha tani.
4. Kelompok Tani
Para petani juga akan membentuk kelompok-kelompok tani, dimana setiap kelompok tani akan beranggotakan lebih kurang 20 orang petani dengan keluasan lahan lebih kurang 20 - 40 hektar. Setiap kelompok tani akan dipimpin oleh seorang Ketua Kelompok Tani yang akan sangat membantu dalam hal koordinasi dan informasi. Ketua Kelompok Tani dan anggotanya harus berperan aktif dalam segala hal terutama dalam menyerap informasi sehingga diharapkan hasil produksi tanaman dapat maksimal.
MISI DAN VISI PROYEK
MISI dari proyek Budidaya Tanaman Jarak Pagar ini adalah Misi Bisnis Berlandaskan Sosial dan Kemanusiaan, misi yang dimaksud meliputi:
1. Menciptakan dan menyediakan lapangan kerja baru di sektor pertanian, terutama di daerah pedesaan.
2. Memberikan kesempatan bagi para petani miskin meningkatkan tarap hidupnya dari sektor pertanian yang selama ini sudah mereka tekuni, tapi belum bisa meningkatkan tarap hidupnya, karena adanya permainan pasar yang tidak sehat. Dengan proyek ini petani tersebut akan termotivasi dan lebih percaya diri serta bangga menjadi seorang petani sekaligus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, bukan sebaliknya justru jadi petani penggarap lahan orang lain yang pemiliknya bukan penduduk asli daerah tersebut
3. Mengurangi, menghindari dan mencegah penjualan lahan produktif dan atau tidak produktif, yang disebabkan oleh faktor keterpaksaan karena kesulitan ekonomi, keadaan ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kekuatan dana, tanpa memberikan pemecahan lebih dahulu, atau oleh sebab lain yang lebih ekstrim, seperti karena diintimidasi dan dipaksa, atau ditekan oleh pihak-pihak yang ingin menguasai lahan-lahan penduduk untuk kepentingan pribadi atau golongan semata.
Proyek Budidaya Tanaman Jarak Pagar ini juga mempunyai VISI kedepan, yakni
sebagai berikut :
1. Terciptanya ekonomi kerakyatan yang kokoh dan solid, sehingga diharapkan akan dapat mengurangi beban subsidi pemerintah.
2. Berkurangnya angka pengangguran, terutama di daerah sekitar proyek ini atau di daerah pedesaan, hal ini berdampak terhadap Angka Krimina!itas di masyarakat diharapkan akan menurun, sehingga akan meningkatkan stabilitas keamanan, minimal di daerah sekitar lokasi proyek. Disamping itu Angka Urbanisasi Penduduk dari desa ke kota-kota besar berkurang, sehingga konsentrasi penumpukan penduduk di kota-kota besar dapat dikurangi dan penyebaran penduduk akan lebih merata
3. Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan devisa negara dikemudian hari.
MANFAAT DAN DAMPAK PROYEK
Keberadaan dan terlaksananya proyek budidaya tanaman Jarak Pagar ini sangat bermanfaat dan dapat berdampak positif di masyarakat, baik Dampak Sosial, Dampak Ekonomi, Dampak Politik maupun Dampak Lingkungan.
A. Dampak Sosial
Masyarakat dapat bersosialisasi satu dengan yang lainnya dalam hal pemanfaatan dan pengolahan lahan tidur / lahan tidak produktif, sehingga secara tidak langsung akan terjadi interaksi diantara mereka, baik orang per orang (antar petani) maupun antar kelompok tani yang satu dengan kelompok tani yang lainnya.
B. Dampak Ekonomi
Pendapatan masyarakat (petani / kelompok tani) akan meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat lebih mudah tercapai.
C. Dampak Politik
Masyarakat menjadi lebih bangga menjadi petani dan tuan rumah di daerahnya sendiri. Selain itu petani juga akan lebih tahu dan sadar akan adanya Politik Penguasaan Lahan oleh pihak yang akan berniat menguasai lahan-lahan masyarakat demi kepentingan sendiri dan golongan tertentu saja, sementara masyarakat asli/pribumi hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
D. Dampak Lingkungan
Selain mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi proyek budidaya tanaman Jarak Pagar juga secara tidak langsung mendukung proyek penghijauan dan reboisasi di lahan-lahan gundul dan kritis, karena lahan tersebut jadi terawat dan hijau kembali akibat penanaman Jarak Pagar ini.
Manfaat langsung yang akan dirasakan oleh masyarakat petani dengan
adanya proyek budidaya tanaman Jarak Pagar ini adalah :
1. Masyarakat petani bangga dan akan termotivasi serta bergairah kembali untuk bekerja dan berusaha disektor pertanian dan peternakan.
2. Pendapatan masyarakat petani akan meningkat, sehingga kesejahteraan para petani pun akan meningkat pula.
3. Terciptanya lapangan kerja baru disektor pertanian terutama di daerah-daerah pedesaan.
4. Perekonomian dan pendapatan di daerah-daerah pedesaan akan meningkat, sehingga berpengaruh terhadap pembangunan otonomi daerah bersangkutan.
Pada intinya konsep dasar dari Program Budidaya Tanaman Jarak Pagar ini adalah sebagai berikut :
1. Konsep Pemanfaatan Lahan
Pemanfaatan lahan kosong lahan kosong / tidur yang kurang produktif menjadi lebih produktif, sehingga dapat dimanfaatan oleh masyarakat sekitar dengan cara ditanami tanaman Jarak Pagar dan diharapkan mempunyal nilai ekonomi.
2. Konsep Kemitraan
Terjadinya kerja sama kemitraan antara para pemilik lahan kosong / lahan tidur dengan pihak Perusahaan dalam hal pemanfaatan lahan kosong tersebut untuk budidaya tanaman Jarak Pagar, sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan dan tarap hidup masyarakat sekitar (petani). Adapun konsep kemitraan yang akan diterapkan adalah Konsep Perkebunan Plasma, dimana pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) membentuk pola kerja sama kemitraan dengan para pemiiik lahan tidur / lahan kosong (petani) dalam Wadah Koperasi. Petani semacam ini berperan sebagai Petani Plasma, sedangkan pihak Perusahaan sebagai lnti.
3. Konsep Sosial Kemanusiaan
Menyediakan lapangan pekerjaan baru di sektor pertanian dan sub sektor perkebunan sehingga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran, kemiskinan serta meningkatkan tarap hidup masyarakat sekitarnya, terutama di wilayah pedesaan (masyarakat pedesaan / petani pedesaan).
SISTIM KOORDINASI DAN PEMANTAUAN LAPANGAN
Dengan areal pertanian yang cukup luas dan terpencar di beberapa lokasi, maka diperlukan Sistim Koordinasi dan Pemantauan di lapangan yang tepat dan optimal, sehingga jika ada kendala di lapangan, maka pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) akan dapat segera bertindak, memantau dan membantu mencarikan pemecahannya.
Adapun hal-hal pokok yang berkaitan dengan Sistim Koordinasi dan
Pemantauan antara lain sebagai berikut :
1. Subsidi Perusahaan
Sebagai langkah awal dari proyek ini, pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) akan memberikan Bibit Jarak Pagar, Pupuk dan Biaya Operasional (Pengolahan Lahan dan Pemeliharaan), selama menunggu panen pertama, yaitu sekitar 8 bulan, sampai tanaman Jarak Pagar yang ditanamnya berbuah dan siap panen. Bantuan ini berupa pinjaman lunak yang akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan petani selama menunggu sampai masa panen hal ini dimaksudkan untuk :
• Membantu petani dalam hal biaya hidup sehingga petani mendapatkan hasil kerja di lahannya sendiri.
• Menghindari tingkat kerugian dari petani jika suatu hari terjadi gagal panen maka pihak petani tidak akan menanggung beban apa-apa, kecuali hanya waktu dan tenaga.
• Memberi kepercayaan kepada pihak petani bahwa program ini bukan permainan dan mempunyai maksud lain yang sifatnya akan merugikan masyarakat petani, akan tetapi semata-mata ingin membantu dalam pemanfaat lahan kosong / lahan tidur serta diharapkan kedepannya dapat berdampak pada peningkatan pendapatan para petani.
2. Penampungan Hasil Produksi
Pada proyek ini pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) mencoba mencari dan menyediakan pasar hasil budidaya tanaman Jarak Pagar ini, sebagai langkah kongkrit pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) akan menanpung dan membeli seluruh hasil panen / produksi Jarak Pagar tersebut, hal ini bertujuan untuk :
• Memotivasi para petani yang sudah trauma dengan kejadian-kejadian sebelumnya, bahkan banyak diantaranya yang mengalami gulung tikar, semua ini terjadi karena hasil panen mereka hanya dibeli dengan harga sangat rendah, bahkan ada sebagian petani yang memilih tidak memanen hasil taninya sampai busuk di kebun, karena mereka berpikir biaya / ongkos memanen lebih besar dibandingkan dengan harga jualnya.
• Menghindari dan memerangi tengkulak-tengkulak hasil pertanian yang bertujuan mengeruk keuntungan sendiri tanpa memikirkan nasib petani yang makin terpuruk, padahal dari segi waktu dan tenaga mereka sudah berkorban banyak, tetapi mereka hanya merasakan hasilnya sangat minim dibanding tengkulak yang hanya bermodalkan uang.
Dari kedua hal pokok di atas, pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) merasa perlu untuk menerapkan sistim koordinasi dan pemantauan di lapangan. Untuk menerapkan sistim ini pihak Perusahaan (CV. Tunas Jaya) Akan bekerja sama dengan “Koperasi” sebagai wadah petani yang akan membantu dalam hal penyediaan kebutuhan masyarakat petani serta penyaluran bantuan modal dan penampungan hasil.
3. Unit Koperasi
Koperasi dapat di bentuk oleh para petani atau memang Koperasi tersebut sudah berdiri dan aktif. Koperasi tersebut akan sangat membantu dalam setiap kegiatan usaha tani. Petani akan langsung mendapatkan bantuan modal melalui Rekening masing-masing petani yang akan di atur penyalurannya oleh Koperasi. Disamping itu Koperasi juga akan menyediakan kebutuhan para petani baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan usaha tani.
4. Kelompok Tani
Para petani juga akan membentuk kelompok-kelompok tani, dimana setiap kelompok tani akan beranggotakan lebih kurang 20 orang petani dengan keluasan lahan lebih kurang 20 - 40 hektar. Setiap kelompok tani akan dipimpin oleh seorang Ketua Kelompok Tani yang akan sangat membantu dalam hal koordinasi dan informasi. Ketua Kelompok Tani dan anggotanya harus berperan aktif dalam segala hal terutama dalam menyerap informasi sehingga diharapkan hasil produksi tanaman dapat maksimal.
MISI DAN VISI PROYEK
MISI dari proyek Budidaya Tanaman Jarak Pagar ini adalah Misi Bisnis Berlandaskan Sosial dan Kemanusiaan, misi yang dimaksud meliputi:
1. Menciptakan dan menyediakan lapangan kerja baru di sektor pertanian, terutama di daerah pedesaan.
2. Memberikan kesempatan bagi para petani miskin meningkatkan tarap hidupnya dari sektor pertanian yang selama ini sudah mereka tekuni, tapi belum bisa meningkatkan tarap hidupnya, karena adanya permainan pasar yang tidak sehat. Dengan proyek ini petani tersebut akan termotivasi dan lebih percaya diri serta bangga menjadi seorang petani sekaligus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, bukan sebaliknya justru jadi petani penggarap lahan orang lain yang pemiliknya bukan penduduk asli daerah tersebut
3. Mengurangi, menghindari dan mencegah penjualan lahan produktif dan atau tidak produktif, yang disebabkan oleh faktor keterpaksaan karena kesulitan ekonomi, keadaan ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kekuatan dana, tanpa memberikan pemecahan lebih dahulu, atau oleh sebab lain yang lebih ekstrim, seperti karena diintimidasi dan dipaksa, atau ditekan oleh pihak-pihak yang ingin menguasai lahan-lahan penduduk untuk kepentingan pribadi atau golongan semata.
Proyek Budidaya Tanaman Jarak Pagar ini juga mempunyai VISI kedepan, yakni
sebagai berikut :
1. Terciptanya ekonomi kerakyatan yang kokoh dan solid, sehingga diharapkan akan dapat mengurangi beban subsidi pemerintah.
2. Berkurangnya angka pengangguran, terutama di daerah sekitar proyek ini atau di daerah pedesaan, hal ini berdampak terhadap Angka Krimina!itas di masyarakat diharapkan akan menurun, sehingga akan meningkatkan stabilitas keamanan, minimal di daerah sekitar lokasi proyek. Disamping itu Angka Urbanisasi Penduduk dari desa ke kota-kota besar berkurang, sehingga konsentrasi penumpukan penduduk di kota-kota besar dapat dikurangi dan penyebaran penduduk akan lebih merata
3. Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan devisa negara dikemudian hari.
MANFAAT DAN DAMPAK PROYEK
Keberadaan dan terlaksananya proyek budidaya tanaman Jarak Pagar ini sangat bermanfaat dan dapat berdampak positif di masyarakat, baik Dampak Sosial, Dampak Ekonomi, Dampak Politik maupun Dampak Lingkungan.
A. Dampak Sosial
Masyarakat dapat bersosialisasi satu dengan yang lainnya dalam hal pemanfaatan dan pengolahan lahan tidur / lahan tidak produktif, sehingga secara tidak langsung akan terjadi interaksi diantara mereka, baik orang per orang (antar petani) maupun antar kelompok tani yang satu dengan kelompok tani yang lainnya.
B. Dampak Ekonomi
Pendapatan masyarakat (petani / kelompok tani) akan meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat lebih mudah tercapai.
C. Dampak Politik
Masyarakat menjadi lebih bangga menjadi petani dan tuan rumah di daerahnya sendiri. Selain itu petani juga akan lebih tahu dan sadar akan adanya Politik Penguasaan Lahan oleh pihak yang akan berniat menguasai lahan-lahan masyarakat demi kepentingan sendiri dan golongan tertentu saja, sementara masyarakat asli/pribumi hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
D. Dampak Lingkungan
Selain mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi proyek budidaya tanaman Jarak Pagar juga secara tidak langsung mendukung proyek penghijauan dan reboisasi di lahan-lahan gundul dan kritis, karena lahan tersebut jadi terawat dan hijau kembali akibat penanaman Jarak Pagar ini.
Manfaat langsung yang akan dirasakan oleh masyarakat petani dengan
adanya proyek budidaya tanaman Jarak Pagar ini adalah :
1. Masyarakat petani bangga dan akan termotivasi serta bergairah kembali untuk bekerja dan berusaha disektor pertanian dan peternakan.
2. Pendapatan masyarakat petani akan meningkat, sehingga kesejahteraan para petani pun akan meningkat pula.
3. Terciptanya lapangan kerja baru disektor pertanian terutama di daerah-daerah pedesaan.
4. Perekonomian dan pendapatan di daerah-daerah pedesaan akan meningkat, sehingga berpengaruh terhadap pembangunan otonomi daerah bersangkutan.
Minggu, November 16, 2008
Info Departemen Pertanian
Direktorat Jendral Perkebunan
Visi :
Terwujudnya agribisnis perkebunan yang produktif, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat perkebunan secara berkeadilan.
Misi :
Meningkatkan pembangunan agribisnis perkebunan yangberkelanjutan melalui penerapan Good Agriculture Practicesda optimalisasi pemanfaatan sumberdaya secara efisien dan efektif;
Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia perkebunanyang memiliki kemampuan teknis dan berusaha serta mempunyai integrasi moral yang bersih dan peduli;
Meningkatkan akses terhadap informasi, teknologi,permodalan, sarana dan prasarana bagi masyarakat perkebunan;
Meningkatkan nilai tambah produk perkebunan di sentra-sentra produksi.
Tugas : Direktorat Jenderal Perkebunan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perkebunan.
Fungsi :
Penyiapan perumusan kebijakan di bidang perbenihan dan sarana produksi, budidaya serta perlindunganperkebunan;
Pelaksanaan kebijakan di bidang perbenihan dan sarana produksi, budidaya serta perlindungan perkebunan;
Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang perbenihan dan sarana produksi budidaya serta perlindungan perkebunan;
Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbenihan dan sarana produksi, budidaya serta perlindungan perkebunan;
Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.
Alamat :
Kantor Pusat Departemen Pertanian, Gedung C
Jln. Harsono R.M No.3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550, Kotak Pos 1060/JKT, 10010
Telepon : 021-7815485, Ext. 4220
Fax : 021-7815486, 4221
Visi :
Terwujudnya agribisnis perkebunan yang produktif, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat perkebunan secara berkeadilan.
Misi :
Meningkatkan pembangunan agribisnis perkebunan yangberkelanjutan melalui penerapan Good Agriculture Practicesda optimalisasi pemanfaatan sumberdaya secara efisien dan efektif;
Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia perkebunanyang memiliki kemampuan teknis dan berusaha serta mempunyai integrasi moral yang bersih dan peduli;
Meningkatkan akses terhadap informasi, teknologi,permodalan, sarana dan prasarana bagi masyarakat perkebunan;
Meningkatkan nilai tambah produk perkebunan di sentra-sentra produksi.
Tugas : Direktorat Jenderal Perkebunan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perkebunan.
Fungsi :
Penyiapan perumusan kebijakan di bidang perbenihan dan sarana produksi, budidaya serta perlindunganperkebunan;
Pelaksanaan kebijakan di bidang perbenihan dan sarana produksi, budidaya serta perlindungan perkebunan;
Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang perbenihan dan sarana produksi budidaya serta perlindungan perkebunan;
Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbenihan dan sarana produksi, budidaya serta perlindungan perkebunan;
Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.
Alamat :
Kantor Pusat Departemen Pertanian, Gedung C
Jln. Harsono R.M No.3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550, Kotak Pos 1060/JKT, 10010
Telepon : 021-7815485, Ext. 4220
Fax : 021-7815486, 4221
Selasa, November 11, 2008
CV. Tunas Jaya
Perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan, yang didirikan oleh 3 orang yaitu Poniman (Direktur Utama) ; Nyinardi (Direktur Keuangan) ; Halimi (Direktur Operasional).
Jenis Usaha yang dikembangkan pada saat ini budidaya tanaman karet dan sawit, serta penyediaan bibit beberapa jenis tanaman.
Jenis Usaha yang dikembangkan pada saat ini budidaya tanaman karet dan sawit, serta penyediaan bibit beberapa jenis tanaman.
Langganan:
Postingan (Atom)
